Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kapolda Sumbar lepas Pasukan Patroli Skala Besar dalam rangka Pam Nataru

Sumbar – Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono, S.Ik. SH bersama Forkopimda Sumbar melepas ratusan personel yang melaksanakan patroli skala besar dalam Pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

 

 

Pelepasan tersebut berlangsung di jalan depan Mako Polresta Padang, Sabtu (24/12) malam.

 

 

Diketahui, pasukan patroli skala besar ini terdiri dari pasukan yang menggunakan kendaraan sepeda motor dan kendaraan roda empat yang akan berpatroli di seputaran dalam Kota Padang.

 

 

Irjen Pol Suharyono dalam keterangannya menyampaikan, sekitar 350 personel dilepas dan 140 armada untuk melaksanakan patroli skala besar.

 

 

“Maksud dan tujuannya adalah sebagai show force atau pertanda kesiap siagaan aparat penegak hukum dan stakeholder dalam rangka pengamanan Nataru,” katanya.

 

 

Diterangkan, patroli tersebut untuk memberikan pengamanan perayaan malam natal dan sampai esok harinya pada saat Natal bagi warga masyarakat yang beragama nasrani.

 

 

“Tujuannya adalah untuk mencegah gangguan kamtibmas, untuk mengurangi kerumunan massa, karena tentunya malam ini, malam yang khidmat,” ujarnya.

 

 

Jenderal bintang dua tersebut menjelaskan, masyarakat berhak diberi perlindungan dan rasa aman, baik umat Nasrani yang merayakan Natal ataupun pengguna jalan raya.

 

 

Sehingga, jangan sampai terjadi kemacetan lalu lintas, terutama untuk memperlancar kekhidmatan ibadah perayaan Natal kali ini,” terangnya.

 

 

Kapolda Sumbar juga menyampaikan permohonan kepada masyarakat secara umum untuk menghormati jalannya ibadah bagi saudara yang merayakan natal, serta bersama-sama bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tempat tinggal masing-masing.

 

 

“Termasuk kewaspadaan dan hati-hati berlalu lintas, memarkir kendaraan di tempat aman,” ungkapnya.

 

 

Terakhir, Irjen Pol Suharyono juga mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi kegiatan yang bersifat kontra produktif dan mencegah jangan sampai adanya kerumunan massa.

 

 

“Apalagi seperti contoh balapan sepeda motor tidak perlu dilakukan, juga petasan atau bunga api dan lain sebagainya mungkin tidak terlalu menguntungkan. Kita sama-sama menjaga dan mengingatkan satu sama lain,” pungkasnya.(*)

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *